Mari Mampir!

Selamat datang di blog saya. Selamat menikmati menu beragam yang akan mengisi dahaga mu akan ilmu dan rasa lapar mu akan cerita tentang hidup. Jangan dulu meninggalkan meja makan ku sebelum kamu kenyang dan siap melangkah lagi. Salam kebajikan.
Breaking News
recent

Siswa Nge-Blog = Terampil 4C


Keterampilan 4C (Kritis, Kolaboratif, Komunikatif, Kreatif-Inovatif) dapat diaplikasikan dengan media blog. Di artikel sebelumnya Berliterasi Kritis dengan Blog saya menjelaskan bagaimana menulis dapat membantu siswa dalam menigkatkan keterampilan abad 21 mereka. 

Lalu, agaimana aplikasinya di kelas agar kegiatan menulis di blog ini mampu membuat siswa menjadi literate critically?

IMPLEMENTASI DI KELAS

  1. Kenalkan kepada siswa beberapa situs blog bebas biaya seperti blogger, wordpress, atau beberapa lainnya yang menarik!
  2. Bimbing para siswa membuat blog hingga berhasil membuat satu akun! (Saya membuat data dengan Excel Spreadhseet agar mereka dapat menuliskan situs blog mereka sehingga guru memiliki data seluruh alamat situs blog siswa).
  3. Berikan pemahaman kenapa blog menjadi alat yang kuat untuk pembelajaran, terutama dalam hal ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka!
  4. Targetkan satu bab minimal satu penerbitan tulisan! Siswa diizinkan untuk menulis lebih dari target jika mereka mau karena mereka tidak harus menuliskan materi yang dipelajari di kelas bahasa Inggris saja. Mereka bahkan mampu menuliskan setiap materi yang mereka pelajari di kelas.
  5. Elaborasikan secara detail isi konten minimal dari setiap penerbitan. Ambil sebuah contoh materi bab Asking for and Offering Help.  Saya meminta mereka menuliskan pengertian, contoh ungkapan sederhana dari masing-masing ungkapan hingga contoh kontekstual berupa dialog yang dilaksanakan secara kolaborasi di dalam kelas. Hal ini pun bertujuan agar siswa tidak hanya mengulang kembali materi di kelas, tetapi juga bagaimana mereka mampu menganalisis konten materi yang mereka dapatkan.
    https://ayashascorner.blogspot.com/

  6. Informasikan target penerbitan! Saya memberikan target penerbitan di saat setiap satu bab selesai, antara 2-3 minggu. Berikan saran bahwa mereka dapat mencatat setiap materi pembelajaran di setiap pertemuan agar mereka lebih mudah dalam menyusun reviu pembelajaran di kelas.
  7. Setiap reviu tulisan yang diterbitkan, guru wajib memberikan umpan balik dari beragam sisi, baik berupa konten, cara penulisan, maupun tata bahasa, dengan cara penyampaian yang positif, rewarding, dan memotivasi, seperti Great work!, Well done!, What an excellent composition!, I love it! This is remarkable!, Awesome!, I am looking forward to reading your next post! Hati-hati terhadap feedback ini, terutama menyangkut perbaikan kesalahan karena tidak semua siswa senang diberikan komentar secara langsung di blog mereka. Jika ada perbaikan, saya biasanya mengirimkan pesan pribadi kepada siswa yang bersangkutan. Melelahkan? Pasti! Akan tetapi, selama dua tahun dengan proyek blog ini, saya semakin terbiasa dan siswa semakin tampak terperhatikan bahwa tulisan mereka benar-benar dibaca dan ada umpan balik secara pribadi. Itu adalah hal yang penting bagi perkembangan kognitif dan sosial mereka.
  8. Karena siswa belum benar-benar terbiasa dengan proyek ini, guru diharapkan tidak lelah untuk mengingatkan perkembangan penerbitan blog mereka. Cara berkomunikasi pun tidak boleh tampak kesal, tetapi harus penuh semangat bahwa mereka sedang belajar hal baru. Jadi kita sebagai guru bisa lebih bijak dalam menyampaikan pesan. 
  9. Di dalam satu angkatan siswa, kita pasti menemukan siswa yang bisa dijadikan contoh dalam tulisannya. Berikanlah contoh dari siswa tersebut, sebagai guidance agar siswa lain lebih mengenal contoh susunan teks yang baik. Hal ini bisa menjadi salah satu bentuk peer teaching yang lebih bermakna. Tidak hanya itu, beberapa siswa menjadi memiliki ide untuk dapat menuliskan karya yang cocok dengan seleranya. Ada yang menuliskan dengan bercerita (story telling) dan ada pula menggambarkan tahapan-tahapan seperti teks prosedur.

KESIMPULAN
    Melalui pembelajaran melalui blog, saya menemukan sebuah bentuk refleksi pembelajaran yang alami. Kita mampu melihat diri kita di dalam kelas dari sudut pandang siswa yang sebenarnya. Bagaimana mereka merasa senang dengan kegiatan-kegiatan yang diberikan selama proses pembelajaran, bagaimana awalnya mereka bingung tentang konteks tertentu, tetapi setelah pengalaman belajar di kelas, mereka menjadi lebih paham atau malah makin bingung? Hal tersebut menjadi bahan refleksi kita apakah kita sebagai guru sudah memfasilitasi kebutuhan mereka di selama pembelajaran di kelas. Tidak hanya itu, saya menjadi lebih mengenal siswa. Melalui tulisan, mereka seperti berkomunikasi langsung secara empat mata.
      Dengan menulis reviu materi pembelajaran di blog, para siswa belajar untuk berpikir kirtis dengan gaya menulis mereka sendiri, tetapi masih dengan konteks yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Mereka pun mengalami proses kreatif dalam menyusun karya sehingga menghasilkan sebuah ide inovatif agar pembaca lebih menikmati tulisan mereka. Dan yang terakhir, tentunya mereka sudah berhasil mengomunikasikan hasil pengalaman belajar mereka secara kolaboratif dan terbimbing.

      No comments:

      Silahkan tinggalkan pesan atau komentar yang membangun untuk penulisan/karya yang lebih baik. Terima kasih.

      Powered by Blogger.